SlideShow

"MY PET: SPIDERREV"

0

Investigasi FITNESS: di Balik Mitos Susu (1)

KapanLagi.com - MAMPUKAH SUSU TURUNKAN BOBOT?
Investigasi FITNESS: di Balik Mitos Susu I 
Anda mungkin bertanya berulang kali pada diri sendiri, mungkinkah susu bikin bobot turun? Di kepala Anda, susu pasti identik dengan cairan berlemak yang bikin gendut. Anggapan ini salah besar! Susu memang mengandung protein, namun yang membuat bobot Anda bertambah mungkin adalah kandungan gula dalam susu instan yang Anda minum. Beberapa jurnal kesehatan memang menggarisbawahi soal kandungan gula tambahan dalam susu ini. Padahal, dalam susu sudah mengandung laktosa, atau zat gula alami dari susu, seperti juga fruktosa pada buah-buahan. Di Amerika isu yang sedang hangat beberapa tahun lalu adalah tentang kemungkinan resiko kanker ovarium dari setiap potensi manfaat susu. Para ahli menyatakan, isu tersebut mungkin muncul karena ada fakta bahwa produk-produk susu memang memiliki komponen materi utama yang secara mengejutkan memiliki kandungan bermacam zat yang rumit. “Susu mengandung kalsium, lemak, laktosa, vitamin D dan beberapa jenis hormon. Beberapa komponen hormon ini ada yang mengurangi resiko penyakit dan ada pula yang justru menambah resiko,” jelas Marji McCullpugh, senior epidemiologist di American Cancer Society di Atlanta, AS.

Yang paling penting, kebutuhan untuk mengurangi asupan susu, tergantung pada sejarah kesehatan Anda. Wanita dengan kesadaran kesehatan yang tinggi mungkin akan menambah asupan susu ke dalam pola makannya sehari-hari. Sementara, mereka yang memiliki kekhawatiran berlebih mungkin hanya membatasi asupan kalsium harian 1000 mg yang dibutuhkan untuk mencegah osteoporosis dari suplemen dan makanan non-produk susu seperti salmon kalengan, tahu, jus jeruk yang difortifikasi bahkan ikan teri. Maka, baca terus artikel ini sebelum memutuskan apapun. Berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan mitos tentang susu yang mungkin pernah Anda dengar dan perlu Anda ketahui.

Berita #1: Produk susu membantu Anda turunkan bobot

Di tahun 2004, Michaell Zernel, Ph.D., pakar nutrisi di University of Tennessee menuliskan hasil penelitiannya di American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian tersebut menyebutkan, mengonsumsi 3 porsi produk susu rendah lemak per hari (misalnya, 1 porsi yoghurt, 1 gelas susu skim, dan 42.5 gram keju) justru membantu membakar lemak dan mempercepat penurunan bobot. Sementara, di tahun 2005, sebuah penelitian di Belanda mengungkap, mereka yang mengonsumsi cukup kalsium lebih ramping ketimbang yang tidak mengonsumsi kalsium secara cukup.

Pendapat Ahli: Menurut Zernel, manfaat penurunan bobot tidak bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen kalsium. Ia menduga, efek pelangsingan justru berasal dari interaksi kalsium dengan komponen zat lain di produk susu. Tapi, jangan langsung membuat kesimpulan. “Bukan berarti Anda bebas makan susu, keju, dan yoghurt semaunya serta memasukkannya ke dalam pola makan harian, tanpa menambah bobot. Anda tetap harus memerhatikan kalori yang masuk.”

Lakukan: Jika ingin turunkan bobot, tetaplah asup 3 porsi produk susu dalam pola makan Anda. Tapi, Anda juga harus hitung keseluruhan kalori dan lemak yang diasup.

APAKAH SUSU BIKIN JERAWATAN?

Berita #2: Susu membuat wajah berjerawat
Sebuah studi yang dimuat Journal of the American Academy of Dermatology, menganalisa data lebih dari 47 ribu responden wanita di Harvard’s National Nurses’ Health Study II. Wanita-wanita yang minum lebih dari 3 gelas susu per hari pada masa remajanya, sekitar 22 persen di antaranya mengalami masalah jerawat yang berat ketimbang mereka yang hanya minum 1 gelas (atau kurang) tiap minggu. Sementara, para wanita yang minum 2 hingga 3 gelas susu skim per hari, 44 persen di antaranya mengalami masalah jerawat di masa remajanya.

Pendapat Ahli: Jika Anda punya kecenderungan berjerawat, produk susu bisa memperburuknya. Namun, jika Anda tak punya masalah dengan jerawat, produk susu bukanlah penyebabnya. “Kulit Anda mudah berjerawat atau tidak, tergantung pada faktor genetik dan lingkungan,” ucap Ranella Hirsch, MD., dermatologist di Boston, AS. Beberapa kandungan zat dalam susu memang bisa memperburuk kondisi jerawat. Yang paling signifikan menentukan tentu saja faktor hormon.

Lakukan: Jika Anda cemas, susu bisa bikin jerawat di wajah makin bertambah parah. Maka, pilihlah jenis makanan lain sebagai sumber kalsium. Atau, Anda bisa pilih produk susu organik yang tidak memiliki kandungan tambahan hormon.

APAKAH PRODUKSI SUSU BERPENGARUH PADA KANKER PAYUDARA?

Berita #3: Produk susu bisa menurunkan resiko kanker payudara

Pada tahun 2005, penelitian American Cancer Society menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi dua porsi atau lebih produk susu (termasuk produk yoghurt, keju dan susu skim) memiliki resiko mengalami kanker payudara pada masa postmenopause 20 persen lebih rendah, jika dibandingkan dengan wanita yang mengasup produk susu lebih sedikit. Produk susu rendah lemak memang memberikan proteksi paling baik.

Pendapat ahli: Secara teori, kalsium atau vitamin D alami memang menurunkan resiko kanker payudara. Namun suplemen kalsium dan vitamin D tidak memberikan efek apapun.

Lakukan: Meski Anda cemas dengan kanker payudara, tetaplah konsumsi 2-3 porsi produk susu rendah lemak. “Riset lebih lanjut perlu dilakukan sebelum memberikan rekomendasi kepada masyarakat umum,” ucap McCullough. (/)

Bagian kedua
Source: Fitness Magazine, Edisi Oktober 2011, Halaman 99

(Fitness/miw)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...